Kapal Tua II

NAHKODA BARU

Pada awal abad ke 15 kapal ini mengalami kehancuran para pemimpin yang dahulu mulai kabur entah kemana para penumpang menderita kemudian muncullah satu orang dari garis keturunan Raja yang mengambil alih tahta yang ditinggal oleh keluarganya

Raja Itu Bernama: Raden Patah

Para penumpang yang melihat kemunculan nahkoda baru dipecah oleh dua kelompok kelompok yang mengikuti pemerintah yang dilakukan oleh nahkoda baru dan ada juga yang menentang kemudian mendirikan kapal kecil untuk mengarungi lautan memisahkan diri dari pemimpin baru

Pemimpin itu merubah nama Kapalnya Menjadi Kerajaan Demak dengan berhaluan Ajaran Islam penumpang disana hidup makmur mengandalkan bidang pertanian tapi banyak juga yang merasa sengsara karena berbeda keyakinan dengan sang pemimpin. 

Pada akhir nya kerajaan mengalami penurunan karena kematian sangat pemimpin yang bijaksana, sang pemimpin itu kemudian digantikan oleh pati Unus pada tahun 1518 sampai 1521.

Ia tewas karena hantaman meriam ketika ingin menyandarkan kapal ini, dia terkena itu karena melawan para penjarah yaitu Portugis, kemudian dia diganti oleh raja Trenggana adik ipar nya sendiri. 

Raja itu mulai mengendalikan kapal ini dari tahun 1521-1546, raja ini merupakan raja terakhir kerajan ini setelah kematian nya terjadi lah peperangan saudara yang dasyat antara pangeran seda ing lapen atau pangeran Suro wiyoto yang merupakan putra mahkota dari Kerajaan Demak dengan Sunan Prawoto. 

Komentar

Postingan Populer