Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Tak Peduli

  Tak peduli, langit sedang biru atau kelabu Kerana, ia akan tetap datang, tanpa rasa malu Satu demi satu, tuntutan kian menghampiri Memberatkanku, yang sedang merangkak, untuk beranjak pergi Harapan akan jauh berlari Seperti melebur kembali dalam ilusi Hilang, sebab untuk berdiri Dan mungkin, tinggal kata mati Terbentur, sudah Kalah dan hilang arah, sudah Menyerah dan tersisa kata pasrah Adalah hal yang paling indah Dan menjadi hiburan bagi yang merasa lelah Atau, haruskah bertanya pada satu persatu manusia? Untuk memilih yang mana? Dengan berharap kerelaan mengusap air mata Atau kembali pada rumah jiwa yang meresah Ntahlah, biar saja mengalir sebagaimana mestinya

Postingan Terbaru

Sandiwara

Cerita Pohon

Jalan Pulang

Punakawan Menurut Perspektif Islam

Sebuah sarkasme dari surga yang di tambang

Weton: Bukan Hanya Sekadar Hari Lahir, Tapi Bentuk Kepribadian dan Ramalan Masa Depan Orang Ja

Tentang Laki Laki

"Sajak Palsu" Karya Agus R. Sujono: Bukan Hanya Sekedar Puisi, Sebuah Otopsi Realitas Palsu Bangsa

Bola Mata Reog

Manusia Manusia Kuat