Bola Mata Reog

Liriknya seperti mata reog
yang mencekam ingin berdialog
melenggang syahdu tangannya mengulur prolog
rima lenggam berhenti menjadi epilog

Panca indera tercengang menggebrak bising kelu
aku hampir dijerat oleh belukar benalu
mengikis secara perlahan jiwa rapuh itu
untuk tetap tak beranjak dari kursi tamu

Teriak sang penari dengan mimik tanpa ragu
menyampaikan isyarat untuk tak malu
pakaian megah tanpa adanya tumpu
kesana kemari jiwa yang dirasuki menjadi padu

Sepasang bola mata 
mengenakan topeng singa 
sang barong berlompat dengan tawa
penonton bergumuruh seperti paduan suara

Debu-debu menari di kaki panggung
ritme kendang memacu jantung
roh-roh leluhur berdesir dalam bayang
menyatu dengan suara gong yang berdentang

Di bawah sinar rembulan yang temaram
musik gamelan mengiringi langkah malam
semangat tradisi membara dalam jiwa
Reog, simbol budaya yang tak pernah sirna

Komentar

Postingan Populer