Jalan Pulang

 


Jika suatu hari aku lenyap,

jangan kira aku terbakar amarah, 

aku hanya sedang menyusuri rimba sunyi,

mencari jalan pulang.


Bukan pulang ke rumah,

bukan ke kampung halaman,

bukan ke tanah mana pun

yang bisa kau sentuh dengan peta.

Aku pulang ke hutan dalam diriku,

ke sebuah pintu tua

yang dulu kukunci rapat

karena takut hujan menyingkap salah.


Aku ingin kembali

menjadi bocah di tepi kolam,

menabur kata-kata ke air tenang

seperti memberi makan ikan,

tak peduli puisinya tenggelam

atau mengapung bagai daun.


Aku ingin tertawa lagi

seperti burung kecil di pagi hari,

tak harus membuat langit bangga

sebelum suaranya diakui indah.


Namun dunia ini gaduh,

seperti pasar yang tak pernah tutup,

dan ekspektasi menempel

bagai batu di punggung.

Sedang kata gagal

berbunyi bagai dentang lonceng kematian.


Maka bila kelak aku benar-benar pergi,

jangan anggap aku menyerah.

Aku hanya sedang mencari aliran sungai

yang bisa membawaku pulang.


Dan semoga...

di bawah pohon rindang itu,

engkau tetap menunggu,

seperti akar menunggu hujan,

seperti senja menunggu malam.



Komentar

Postingan Populer